Rabu, 10 Desember 2014

Tips Mengatur Lay out Dapur


Dapur adalah salah satu  ruangan paling vital dalam sebuah rumah tinggal. Karena di dapurlah tempat menyiapkan salah satu kebutuhan paling pokok bagi penghuni rumah, yaitu makanan. Umumnya kaum Ibu menghabiskan waktu cukup lama di dapur. Karena itu, untuk merencanakan sebuah dapur yang baik dan ideal harus mengikuti beberapa kaidah tertentu. Dapur tidak perlu mewah dan menggunakan material-material yang mahal. Sebaiknya kita mengedepankan aspek fungsional dalam merancang sebuah dapur.
Lay Out Dapur
Dalam perencanaan layout dapur, dikenal sebuah konsep yang disebut ‘kitchen work triangle’. Pola gerak seseorang yang bekerja di dapur seakan-akan membentuk pola segitiga yang menghubungkan 3 komponen utama dari sebuah dapur, yaitu kompor, zink cuci, dan kulkas/regrigerator. Untuk menghasilkan sebuah dapur yang nyaman, ada beberapa hal yang harus dipenuhi yaitu :
§ Jarak masing-masing di antara ketiga komponen di atas adalah antara 4-9 feet(100-228 cm)
§ Total jarak ketiga komponen dalam pola segitiga tersebut maksimal adalah 12-26feet (305-660 cm).
§ Pola segitiga gerak tersebut tidak terganggu di jalur sirkulasi ruangan.

Bila terlalu dekat dari jarak di atas, maka dapur akan terasa sempit, sementara bila terlalu jauh akan menimbulkan kelelahan bagi pengguna dapur.

Berdasarkan konsep di atas, ada beberapa bentuk lay out dapur yang biasa digunakan yaitu :
§ ‘L shaped kitchen’. Penataan meja dapur yang menempel pada 2 bidang dinding yang menyudut sehingga berbentuk seperti huruf L.
§ ‘U shaped kitchen’. Penataan meja dapur yang menempel pada 3 bidang dinding yang berbentuk seperti huruf U.
§ ‘G shaped kitchen’. Adalah pengembangan dari bentuk U shaped, yaitu penataan meja dapur yang menempel pada 2 bidang dinding dan satu bidang meja lepas, sehingga berbentuk seperti huruf G.
§ ‘Island Kitchen’. Adalah pengembangan dari dapur berbentuk U, tetapi dengan kompor terpisah sehingga seakan-akan membentuk pulau tersendiri.
§ ‘Single Wall / Straight Kitchen’. Meja dapur yang menempel hanya pada satu bidang dinding.
§ ‘Corridor / Gallery Kitchen’. Meja dapur yang menempel pada dua bidang dinding yang berseberangan, dan menyisakan jalur sirkulasi di tengahnya.

Elemen dapur :

1. Lower Unit
Lower unit biasanya terdiri dari meja dapur. Ketinggian bidang kerja yang nyaman adalah sekitar 20cm di bawah lengan/siku Anda, untuk ukuran orang indonesia kira-kira 70-80cm. Untuk itu, apabila akan menggunakan kompor yang diletakkan di atas meja, sebaiknya meja dapur pada bagian tersebut lebih rendah sekitar 15 cm. Meja dapur umumnya menggunakan material beton. Gunakan pembesian diameter 8 – 10mm untuk membuat cor meja dapur beton dengan ketebalan 8-10 cm. Lebar meja dapur sendiri biasanya sekitar 60 cm. Karena tebal cor-coran cukup tipis, pastikan gunakan semen dengan kualitas yang baik, serta campuran pasir dan air yang tepat dalam pengecoran meja dapur untuk menghasilkan meja dapur yang kuat menopang beban-beban alat-alat yang nanti akan berada di atas meja dapur.

Bagian atas meja dapur harus dilapisi dengan material yang kuat, tahan gores, tahan panas, dan sekaligus mudah dibersihkan. Secara estetis, granit alam mungkin pilihan yang terbaik. Tetapi granit alam mempunyai pori-pori yang cukup besar sehingga akan sangat mudah meresapkan berbagai bahan masakan yang tertumpah dan akan menimbulkan noda yang sangat sulit untuk dihilangkan. Untuk itu, penggunaan granit alam harus disertai dengan filler dan coating sebagai finishing. Bila budget terbatas, kita bisa menggunakan granit tile atau ceramik cutting berukuran 60x60cm. Karena lebar meja dapur tepat berukuran 60cm, maka penggunaan keramik berukuran tersebut akan meminimalkan sambungan. Pilihan lain adalah dengan menggunakan material kayu/multipleks yang dilapisi dengan HPL. HPL cukup kuat untuk menahan panas dan anti air. Penggunaan bahan kayu lapis HPL ini memiliki kelemahan dan keuntungan. Kelemahannya adalah, bagaimanapun material kayu akan memiliki umur yang lebih pendek daripada beton. Kelebihannya adalah kemudahan untuk membongkar pasang dan merubah layout dapur bila dibandingkan dengan material beton yang lebih bersifat permanen.

Di bawah meja dapur, biasanya digunakan sebagai tempat penyimpanan berbagai perkakas yang sering dipergunakan, misalnya panci, piring , sendok, garpu, dan berbagai peralatan memasak lainnya. Sebagai penutup bagian bawah meja dapur yang terbuka, Anda bisa menggunakan multipleks dengan berbagai pilihan finishing, bisa politur, melamic, duco, ataupun lapis HPL. Dewasa ini, HPL banyak sekali menjadi pilihan finishing furniture karena faktor pengerjaannya yang cepat, efisien, pilihan tekstur yang beragam, serta biaya yang tidak terlalu tinggi. Untuk tempat penyimpanan piring, sendok, garpu, dll, Anda cukup menyediakan base dari multipleks yang dilengkapi dengan runner/rel di sampingnya, sehingga mudah ditarik keluar masuk seperti laci. Untuk rak piring dan perkakas lainnya yang akan diletakkan di dalam base tersebut, bisa membeli jadi di supermarket atau toko perkakas rumah tangga.

2. Upper Unit.
Upper unit biasanya berupa rak penyimpanan perkakas yang relatif jarang dipakai. Unit atas biasanya mempunyai tinggi 70 cm dan lebar 35 cm, dengan jarak 50-60 cm di atas meja dapur. Sebagai material upper unit yang paling banyak dipergunakan adalah multipleks dengan berbagai finishing seperti halnya dengan rak di bawah meja dapur. Desain pintu penutup rak yang mempunyai kaca lebih menguntungkan karena kita bisa melihat perkakas apa saja yang ada di dalam rak tanpa harus membuka pintunya.

Style dan Desain

Yang tidak kalah penting, sesuaikan desain dapur Anda dengan style desain rumah secara keseluruhan. Bila rumah Anda bergaya minimalis modern, tentu desain dapur yang sederhana dengan material finishing bernuansa metal akan lebih cocok. Untuk rumah dengan style ini Anda bisa mengaplikasikan warna-warna yang cerah dan menyolok pada dapur Anda sebagai aksen. Sebaliknya, material dapur dengan finishing yang bernuansa kayu akan sangat mendukung style rumah yang bernuansa tropis atau klasik. Untuk style ini sebaiknya gunakan warna-warna yang netral dan natural.

Demikian pembahasan mengenai dapur. Pada tulisan yang akan datang, kita masih akan membahas tentang dapur dari aspek feng shui, pencahayaan dan ventilasi bagi dapur,  serta material-material yang lain. Happy Cooking …!




Cara mendesain Rumah tropis dengan konsep Urban Tropical House


Padatnya permukiman di perkotaan seharusnya tidak mengurangi kualitas kehidupan msyarakat yang tinggal di sana. Hunian boleh terbatas luasnya karena harga lahan yang semakin mahal, tetapi dalam ruang yang terbatas tersebut konsep-konsep hunian yang nyaman dan sehat tidak boleh ditinggalkan. Untuk mencapai kenyamanan yang optimal respon terhadap iklim tropis mutlak harus diterapkan pada sebuah rumah tinggal. Sinar matahari yang berlimpah dan curah hujan yang tinggi adalah dua faktor utama yang tidak boleh diabaikan, bahkan harus dimanfaatkan seoptimal mungkin.
Secara umum, ciri rumah tropis yang utama adalah sebagai berikut :
1. Atap miring dengan teritisan yang lebar. Atap miring adalah respon yang paling logis dari curah hujan yang tinggi. Satu-satunya cara yang terbaik dalam menangani air hujan adalah dengan mengusahakan air hujan tersebut secepat mungkin sampai ke permukaan tanah, dan meresap ke dalam tanah. Teritisan yang lebar berfungsi untuk melindungi dinding dari tampias air hujan.
2.Ventilasi alami. Selain lebih sehat daripada udara yang dikondisikan secara mekanis, penggunaan ventilasi alami jelas merupakan pilihan yang lebih ekonomis. Walaupun berada di tengah kawasan perkotaan yang beriklim panas, kita bisa menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk di dalam rumah dan halaman. Caranya adalah dengan memanfaatkan vegetasi dan sistem ventilasi silang yang tepat ukuran dan perletakannya.
3.Penggunaan material alami.  Untuk lebih memperkuat kesan dari style tropis dan natural, pergunakanlah material alami, misalnya kayu dan batu alam. Tetapi kedua material tersebut memang memerlukan finishing dan perawatan khusus untuk melindungi dari panas matahari dan kelembapan yang tinggi.

Pada tulisan kali ini, kita juga akan mengulas contoh sebuah rumah dengan style tropis yang terletak di daerah Tembalang, Kota Semarang, yang menjadi tempat tinggal keluarga Bpk. M. Sahid Indraswara yang sehari-hari berprofesi sebagai dosen sekaligus pengusaha properti. DI tengah style minimalis yang seakan menjadi mainstream, sang pemilik rumah tetap memilih style tropis pada huniannya. Dan pilihan tersebut adalah pilihan yang tepat, terbukti bahwa rumah tersebut tetap terasa sangat nyaman dihuni meskipun berada di tengah-tengah kota Semarang yang terkenal panas.

Sejak dari luar rumah, terlihat desain pembatas kavling yang sangat kuat aksen tropisnya. Rumah ini sebetulnya tidak memiliki pagar, tetapi level halaman yang lebih tinggi menyebabkan privasi area rumah tetap terjaga. Penggunaan bahan batu lempeng yang dipasang secara acak dipadu dengan tatanan vegetasi yang cantik membuat rumah tersebut tampak sangat asri dan alami. Pada area pagar tersebut juga terdapat batu-batu besar yang seakan diletakkan tanpa sengaja di situ. Untuk material pintu pagar menggunakan material besi bercat hitam yang dikombinasikan dengan potongan-potongan kayu. Satu lagi elemen yang menjadi aksen pada bagian ini adalah sebuah perahu ethnik yang dipasang di atas pagar.

Masuk ke dalam halaman, kita disambut dengan gemericik air dari kolam koi yang terletak persis di depan teras. Suara gemericiknya air tersebut dipercaya memiliki efek psikologis yang menenangkan. Tepi kolam juga terbentuk dari susunan batu-batu lonjong yang disusun secara acak untuk lebih memperkuat kesan alami. Carport menggunakan material batu alam andesit dengan list dari kayu. Kolom teras dilapisi dengan batu palimanan yang disusun secara miring. Bentuk miring ini adalah transformasi dari bentuk umpak pada struktur bangunan tradisional. Akses utama pada teras adalah gebyok antik yang menjadi pintu utama masuk ke dalam hunian dipadu dengan bangku antik yang terbuat dari bongkahan kayu utuh. Pada sebelah kolam terdapat tangga menuju lantai dua yang berfungsi sebagai kantor. Dinding di samping tangga ini dilapisi dengan batu alam dengan arah horizontal. Karena ruang yang terbatas, railing tangga menggunakan bahan kaca tempered dengan rangka stainless steel supaya tidak membatasi secara visual dan tetap memberikan kesam luas.

Naik ke lantai dua, terlihat kesan yang lebih moderen. Di lantai atas ini terdapat konsol-konsol kayu yang menyangga teritisan yang sangat lebar. Demikian lebarnya teritisan tersebut, sehingga area balkon di lantai dua tetap terlindung dari panas matahari meskipun rumah ini menghadap ke barat. Teritisan dan konsol inilah sebetulnya yang memunculkan paling besar. Material lantai mempergunakan keramik ukuran 100x100cm dengan motif yang meyerupai granit. Sementara itu, plafond menggunakan papan lambrisering yang difinishing natural. Untuk balustrade (dinding pembatas balkon, dipergunakan material kaca transparan dengan rangka stainless steel. Pada dinding terdapat replika ukiran kayu dari jaman Majapahit yang berukuran besar yang berfungsi sebagai aksen.


Ethnik, Tropis, Natural. Begitulah kesan utama yang dimunculkan oleh rumah tersebut. Rumah ini membuktikan, walaupun berada di area perkotaan dan berada di tengah-tengah serbuan style minimalis modern, rumah ini masih bisa terlihat menonjol dan menarik perhatian dengan style yang paling cocok dengan iklim tropis. Rumah ini juga mejadi bukti bahwa dengan lahan yang terbatas, tidak berarti semuanya harus serba kecil dan terbatas. Maka tidak berlebihan bila rumah ini saya sebut sebagai urban tropical house.

Beberapa hal Penyebab Dinding Menjadi Lembab

Salah satu masalah yang umum dialami rumah adalah dinding yang lembab. Lembab pada dinding biasanya relatif mudah untuk diperbaiki asal Anda mengetahui apa yang menjadi penyebabnya. Adapun beberapa hal yang menyebabkan dinding rumah menjadi lembab adalah:  


1.     Bocor
Jika lembab yang terlihat pada dinding Anda terfokus pada area tertentu saja, kemungkinan besar penyebabnya adalah bocor. Cek talang, atap, jendela dan keramik yang ada di sekitar area dinding yang lembab. Pada talang, cek apakah sambungannya kuat, karpetnya masih bagus dan tidak ada lubang. Pada atap, cek apakah ada celah pada genteng atau retak pada sambungan di atap. Pada jendela, cek apakah bingkai terpasang dengan benar. Sedangkan pada keramik, pastikan keramik terpasang dengan baik dan tidak ada retak.
 
2.     Kondensasi
Bila suatu ruangan tidak memiliki sistem ventilasi yang baik, maka akan muncul kondensasi yang menyebabkan dinding jadi lembab. Kondensasi terjadi ketika udara hangat bertemu dengan permukaan yang dingin (seperti jendela dari logam atau dinding yang tidak terinsulasi dengan baik).
 
3.     Pergerakan air bawah tanah
Saat air di bawah tanah bergerak naik masuk ke dalam pori-pori dinding lewat proses kapilarisasi, maka dinding menjadi lembab. Biasanya, pergerakan air bawah tanah ini terjadi saat ketinggian tanah pada bangunan rumah Anda berubah karena perubahan struktural atau reaksi kimia. Ciri-ciri dinding lembab karena pergerakan air bawah tanah adalah, bagian dinding yang lembab berada pada posisi bawah dan bergerak naik ke atas.

Untuk mengatasi dinding lembab, penyebabnya harus diketahui terlebih dahulu dan diperbaiki dengan benar, jika tidak meski dilapis dengan pelapis anti-bocor, dinding akan lembab kembali.
Setelah menangani penyebabnya, Anda bisa mengelupas cat lama hingga ke tembok, melapisinya dengan waterproofing, dan kemudian melakukan pengecatan ulang untuk memperbaiki dinding yang lembab. Lapisi dinding Anda dengan Masterproof yang dapat mengunci air sehingga tidak dapat menembus dan rembes ke dinding rumah Anda.

Bebarapa hal yang perlu harus dilakukan sebelum membangun rumah



Ada beberapa langkah yang perlu anda pertimbangkan ketika anda berniat untuk membangun rumah baru yang merupakan rumah idaman anda. Hal ini perlu anda perhatikan untuk meminimalisir masalah yang mungkin anda dapatkan nantinya pada saat proses pembangunan maupun telah selesai pembangunan dan rumah anda siap untuk digunakan.
1. Lahan / Tanah
Mencari dan menemukan lahan atau tanah yang cocok untuk membangun rumah anda merupakan langkah penting pertama yang perlu dilakukan. Anda harus mempertimbangkan beberapa faktor seperti sinar matahari, ketersediaan air bersih, listrik dan telepon, akses jalan, kondisi cuaca, sistem drainase, ukuran tanah dan lain-lain.
2. Merencanakan Lokasi
Setelah anda menemukan lokasi lahan atau tanah yang tepat dan sesuai keinginan anda untuk membangun rumah, anda perlu membuat perencanaan apa saja yang nantinya anda butuhkan seperti akses jalan yang tersedia, bangunan lain yang ada di sekitar, jaringan listrik, saluran air dan sistem septik. Dengan bantuan surveyor anda bisa membuat perencanaan ini dalam bentuk peta untuk memudahkan anda membuat perencanaan.
Pada tahap pembuatan desain awal anda perlu menentukan dasar bangunan yang anda pilih, karena hal ini nantinya yang akan membantu anda untuk menyatukan bagian-bagian rumah yang lainnya. Anda juga harus memperhatikan faktor-faktor seperti arah matahari, hubungan dengan rumah tetatangga, jalanan dan peraturan daerah setempat.
Untuk membuat desain akhir rumah anda, ada baiknya anda menggunakan jasa arsitek atau kontraktor yang sudah berpengalaman di bidangnya. Tetapi anda tetap terlibat untuk memberikan ide seperti apa kira-kira bangunan rumah yang anda impikan dan idamkan sehingga mereka dapat menuangkan ide anda ke dalam bentuk desain yang akan menjadi panduan dalam membangun rumah nantinya.
5. Kontrak
Pada saat anda memberikan tanggung jawab untuk membangun rumah anda kepada kontraktor, pastikan bahwa anda telah membuat draft perjanjian secara tertulis di atas materai mengenai desain, proses pengadaan serta kualitas material atau bahan bangunan, biaya bangun rumah atau rancangan anggaran biaya (RAB) bangun rumah, jadwal pekerjaan bangun rumah dan juga tentang penalti (hukuman). Hal ini akan memberikan anda kenyamanan pada saat proses pembangunan rumah sampai dengan selesai.
6. Material atau bahan bangunan
Setelah selesai membuat rencana dan melakukan perjanjian dengan kontraktor, ada baiknya anda memeriksa kuitansi pembelian material atau bahan bangunan. Pastikan apakah jumlah dan kualitas dari material yang sudah dibeli sesuai dengan perjanjian yang tertera sebelumnya, hal ini untuk memastikan anda tidak akan mengalami kerugian.
Pastikan bahwa anda sudah mempersiapkan semua biaya yang diperlukan untuk membangun rumah idaman anda. Apakah itu dalam bentuk uang tunai, tabungan bank atau pinjaman dari bank.
8. Izin Bangunan
Sebelum anda mulai melakukan proses konstruksi atau pembangunan rumah anda, anda juga perlu mendapat kepastian apakah anda sudah mendapatkan surat izin mendirikan bangunan dan keselamatan kerja dari pihak yang berwenang. Anda dapat meminta bantuan dari kontraktor anda untuk mendapatkan surat ini ini.